Kamis, 09 Agustus 2012

Wisata alam Air Tiga Rasa di Rejenu



      Objek wisata Rejenu terdapat di desa Japan sebelah utara namun penduduk menyebut kawasan ini dengan nama Rejenu. Lokasi ini berada di ketinggian sekitar 1150 meter dpl terletak di pegunungan Argo Jembangan sekitar 3 km dari Pesanggrahan Colo. Bagi yang suka bertualang bisa saja ditempuh dari air terjun monthel naik menyusuri  jalan setapak dihutan. Jalannya agak licin tapi ini merupakan keasyikan tersendiri. Namun bagi anda  yang tidak ingin repot  tersedia jasa ojek melalui route desa Japan dengan tarif yang terjangkau. Cukup 10 menit  anda akan sampai lokasi karena jalannya sudah dipelebar dan dilapisi beton.
        
       Setelah sampai di lokasi kita akan melalui gapura pintu masuk mirip candi yang tersusun dari batu bata merah. Di lokasi ini   anda bisa mencoba merasakan kesegaran air pegunungan yang keluar dari  tiga buah mata air . Konon, awalnya terdapat empat sumber mata air, namun untuk menghindari pengunjung melakukan ritual yang menyimpang dari ajaran Islam, salah satu sumber ditutup karena air tersebut dipercaya bisa mendatangkan berkah. Meskipun berdekatan  namun rasa dari 3 mata air tersebut berbeda-beda.Menurut mitos penduduk  jika minum dari sumber air pertama yang rasanya tawar-tawar  masam dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Jika minum dari sumber mata air kedua yang ditengah rasanya mirip minuman ringan bersoda dipercaya dapat menenangkan jiwa dan menumbuhkan rasa percaya diri dalam menghadapi  persoalan hidup. Sedangkan sumber mata air yang ketiga tingkat keasamannya lebih tinggi  bahkan mirip minuman keras sejenis tuak, air ini  dipercaya berkhasiat untuk memperancar  rizki. Kalo ingin membawa pulang kita bisa membeli botol bekas air minum dari pedagang dilokasi tersebut.

       Di dekat lokasi air tiga rasa tersebut kita bisa menjumpai makam Syech Hasan Sadzali. Beliau adalah salah seorang ulama dari Timur Tengah yang menyebarkan ajaran Islam di wilayah Jawa. Makam  ini juga banyak diziarahi orang terutama malam Jum’at dan Minggu serta hari besar Islam, bahkan ada pengunjung yang bermalam disini biasanya mereka ingin menyepi dan mencari ketenangan bathin.
Konon Syech Hasan Sadzali pernah menghadap Sunan Muria, oleh beliau disarankan agar   menuju ke sebelah utara lereng Muria, tepatnya didaerah Rejenu. Kehadiran Syech Hasan Sadzali menarik minat banyak santri untuk menuntut ilmu. Karena jumlah santri terus bertambah Syech Hasan Sadzali beserta penduduk sekitar berinisiatif membangun mushola. Dibawah mushola itulah terdapat air tiga rasa yang dulunya dijadikan tempat mengambil air wudhu . Istilah air tiga rasa sebenarnya darang dari para musyafir yang mampir ke tempat ini dan meminum  air dari ketiga sumber mata air tersebut.

AIR TIGA RASA


Makam Syeh Sadzali
Banyak tempat ziarah dapat dikunjungi di Kabupaten Kudus. Salah satunya adalah makam  Sunan Muria memang banyak menyedot wisatawan domestik hampir sepanjang tahun. Bahkan, di kawasan Gunung Muria, (kecamatan Dawe) tidak hanya makam Sunan Muria saja yang selalu dikunjungi masyarakat.
Sebuah makam di sebelah utara makam Sunan Muria, di atas objek air terjun Montel. Tepatnya di Japan Utara yang dikenal dengan Rejenu yang berdasarkan astronomi berada di koordinat 6° 39′ 6″ LS 110° 54′ 10″ BT. Di sini terdapat sebuah makam yang banyak diziarahi orang. Orang mengenalnya sebagai makam Syeh Sadzali. Salah satu murid Sunan Muria yang disegani.

Untuk mencapai makam ini memang tidak segampang bila ingin ziarah ke makam Sunan Muria. Kawasan ini boleh dikatakan belum tersentuh ”tangan” pembangunan yang menyediakan fasilitas kemudahan. Masih alami. Listrikpun belum tersedia. Walau sekarang jalan menuju tempat tersebut telah diperlebar dan dilapisi beton sehingga banyak tersedia jasa ojek (melalui rute desa Japan). Sedangkan bila melalui Air terjun Montel masih harus melewati jalan setapak.
Yang datang berziarah tidak hanya dari Kudus. Banyak yang berasal dari kota-kota besar di Jawa, seperti Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Sebagian lagi dari Palembang dan Kalimantan. Bahkan, dari Singapura dan Irlandia.
Air Tiga Rasa
Sejarah Syeh Sadzali masih penuh misteri. Pengurus Yayasan setempat sedang mengumpulkan data. Yang mereka yakini, Syeh itu salah satu murid Sunan Muria yang konon berasal dari Irak (Bagdad).
Salah satu murid yang dikasihi karena pegang peranan penting ketika Sunan Muria mengadu kesaktian dengan Dampo Awang. Karena banyak yang iri kemudian tersisih atau disisihkan. Ada dugaan beliau menyingkir ke tempat dia dimakamkan sekarang ini di Rejenu.
Kompleks ini memang banyak mengandung misteri karena masih banyak makam yang belum dikenali. Ada pula tiga mata air yang memiliki tiga rasa khas dan boleh dibilang ajaib. Ketiga air memiliki rasa seperti minuman Sprite. Namun ketajaman rasa satu sama lain berbeda.
Air ini dipercaya mempunyai banyak khasiat. Bagi yang percaya, dengan minum air itu jiwa mereka akan menjadi lebih tenang. Rasa percaya diri mereka lebih tebal. Selain itu dipercaya mampu menyembuhkan berbagai penyakit.
Konon, dulunya mata air ini terdiri atas 4 macam yang bilamana keempat-empatnya dicampur dapat mengabulkan apapun permohonan peminumnya. Oleh Syeh Sadzali, mata air keempat ditutup. Karena tidak jarang ada peziarah yang melakukan tirakatan di sekitar Air Tiga Rasa agar mampu melihat dan mengambil air dari sumber mata air yang keempat tadi.
Obyek lainnya
Selain itu, ternyata masih ada beberapa objek lain yang berdekatan dengan makam Syeh Sadzli dan Air Tiga Rasa ini. Objek-objek itu antara lain:
  1. Air terjun. Cukup tinggi, tak kalah dengan air terjun Montel di Colo. Namun, jalan ke arah sana baru jalan setapak atau lewat aliran Sungai Rejenu.
  2. Gua Jepang.
  3. Makam Syeh Subakir dan Ali Murtadho. Di sebelah atas melalui jalan setapak yang terjal.
  4. Sendang Anglingdarmo.
Selain itu, Rejenu (Makan Syeh Sadzli dan Air Tiga Rasa) merupakan pos pendakian terakhir bagi yang ingin mendaki ke Puncak Argowiloso maupun Argojembangan. Dua diantara beberapa puncak tertinggi Gunung Muria
Fasilitas yang tersedia
Saat kemarau, debit airnya menurun
Meski berada di tengah hutan terkepun aneka puncak bukit di Gunung Muria dan tanpa aliran listrik, pengunjung dapat menikmati berbagai fasilitas yang tersedia, semisal:
  • Ojek, bagi yang malas berjalan kaki
  • Warung makan yang buka 24 jam
  • Kamar penginapan sederhana di setiap warung
  • Musala
  • Kamar mandi
  • Bagi yang menyukai camping bisa memanfaatkan area di sekitar objek ini untuk mendirikan tenda.
Potensi ini memang fenomena yang menarik untuk dikembangkan di masa mendatang. Sayang, objek wisata ziarah di Kabupaten Kudus belum dikelola secara  profesional oleh Pemkab Kudus. Tercermin dari seberapa jauh dana APBD yang disediakan di sektor itu. Tanpa dukungan dana memadai, objek wisata seperti Gunung Muria (Sunan Muria dan Pesanggrahan Colo) terpaksa tampil dengan fasilitas terbatas. Jika demikian, pengembangan suatu objek wisata tinggal impian saja

Jumat, 03 Agustus 2012

KATA PATAH HATI

Masa lalu dapat kita gantungkan sebagai pajangan, tapi tidak perlu diacuhkan. Kita harus mengurung, melupakan, mengikatnya dengan tali yang kuat agar tidak dapat keluar berlari melihat cahaya.

RATAPAN HATI


Rabu, 01 Agustus 2012

JERITAN SEKEPING HATI

ketika sebuah tanya terungkap
maka sesungguhnya jawabannya pun tlah tersingkap
sungguh sombong sosok diri
yang mengatakan bahwa dirinya
tlah mampu menjadi sosok hamba-Nya Sang Suci
tlah mampu berperan sebagai dirinya sendiri
tlah mampu berperan sebagai pelaku Tuhan
tlah mampu berperan sebagai pelaku kebaikan
tanpa mengetahui dan memahami
hakikat pengenalan keakuan dan kediriannya
hakikat Diri yang Sesungguhnya...


maka...
sesungguhnya tipu daya hawa nafsu itu
teramat Tipis dan Halus tuk dikenali
tuk dipahami
bahkan tuk disadari...


maka...
akankah kupalingkan wajah ini dari Wajah-Nya ?...